Showing posts with label Job Interview. Show all posts
Showing posts with label Job Interview. Show all posts

Mar 4, 2016

Job Hunter in Action (Last Scene) (Super Late)

Hai semuanyaaa……


Sebenarnya ini adalah postingan yang harusnya udah dipost tahun lalu. Tapi karena satu dan lain hal (males dan…. mager) jadi baru bisa dipost sekarang.


Nah di postingan gue kemarin, yang tentang job hunting gue sampe ke Bandung itu, memang benar sekali feeling gue kalo gue nggak lolos (hikseu). Sempet kesel dan bete sih nggak diterima di sana karena tempat kerjanya udah asik banget, gue udah sampe mikir akan ngekos di mana, de el el. Dan yang di Dompet Dhuafa juga nggak dapet (sedih). Tapi ya udahlah.

Kemudian, di tengah kegoleran gue (karena gue saat itu masih berharap akan adanya harapan dari Aki no Sora itu), mama nawarin gue kerjaan. Jadi kerjaannya ini ditawarin sama temennya mama. Jadi gue ditawarin untuk jadi customer service nya Traveloka untuk yang bahasa Inggris. Tapi, karena gue memandang CS itu gimana gitu ya (ya…. Maafkan…) jadi gue tolak. Akhirnya mama pun nggak nawar-nawarin lagi.

Tapi….. nggak berapa lama setelah itu, mama kembali nawarin kerjaan. Tapi kali ini nawarinnya agak lebih…… hmm……. Memohon gitu. Berharap gue mau ikutin permintaannya. Gue masih inget banget gimana mama minta ke gue saat itu:

“Mbak, Mama ditanyain sama Kakak Nicky. Ada lowongan jadi admin rekrutmen. Udah kamu coba dulu aja ya. WA Kakak Nicky aja bilang kamu mau coba. Ya, mau ya?”

Nggak punya hati gue untuk nolak permintaan mama yang satu ini. Istilahnya ini bagaikan titah seorang ratu kepada sang putri yang nganggur dan selalu goleran di istana. (ahahahaha ngaco biarin ajalah yaaa). Akhirnya gue pun mengontak Kak Nicky yang kebetulan adalah Psikolog di perusahaan itu. Terus gue diminta kirim cv aja ke dia untuk kemudian dia langsung follow up. Nggak lama, gue dipanggil untuk interview. Dan tak lupa pesan sponsor Kak Nicky saat itu: “Nifa, jangan lupa dandan ya biar keliatan lebih dewasa.”

Hari Jumat pun gue datang interview. Dan sempet kaget karena Kak Nicky pakai baju santai (sempet ngerasa bahagia karena gue pikir nantinya baju akan bebas selalu). Tapi ternyata itu karena hari itu hari Jumat. Okelah… nggak perlu dibahas lebih jauh.

Interviewnya berjalan lancar sih. Gue mungkin karena udah lebih persiapan juga ya jadi lebih oke lah jawab pertanyaannya. Dan gue bisa mengeluarkan semua kemampuan gue. Terus ada lagi pengumuman dari Kak Nicky bahwa ternyata posisi yang vacant ada dua. Yaitu admin training (eksternal) dan admin rekrutmen. Kak Nicky sendiri secara pribadi menyarankan gue untuk masuk sebagai admin training. Nah terus, harusnya di hari yang sama gue ada interview sama managernya juga. Tapi karena managernya (yang bernama Mas Randy) lagi rapat dan berhalangan, gue direschedule untuk ketemu dia hari Senin sekalian psikotes. Sempet ngedumel karena jadinya belum lega-lega banget ini.

Senin pun datang. Gue dijadwalin interview jam 8 pagi tapi ternyata baru masuk jam 9. Interviewnya sih singkat dan gue bisa lihat (saat itu) bahwa dia tertarik sama gue dan impressed (YAS!). Gue pun diminta balik jam 1 untuk ikut psikotes. Gue sih sempet pulang dulu (yang kemudian sih gue sesali karena… ya buang-buang bengsin aja sih padahal bisa lah gue nunggu si Setiabudi One aja kan ya duh bodoh). Dan pas kembali ke sana, gue jatoh aja dong di parkiran. Lutut gue sukses berdarah sih. Tapi demi harga diri dan rasa malu yang jatuh berkeping-keping, gue bangkit dan jalan ke kantornya (dengan pura-pura bego hal tersebut nggak terjadi lah ya) hahahaha…….. *malu*

Psikotes berlalu dan gue harus nunggu sampai at least setelah lebaran (karena saat itu gue interview pas lagi puasa dan seminggu sebelum lebaran). Gue entah kenapa saat itu merasa jauh lebih pede kalo gue akan diterima di situ. Santai banget gue deh pasca interview.

Gue juga sempet ke Bandung pas lebaran itu ya. Dan pas gue jalan pulang, gue ditelpon sama Kak Nicky. Nanya tentang gaji. Wah, gue mikir, diterima nih gue. Dan gue diminta datang ke kantor tanggal 27 Juli 2015. Hari Senin. Untuk ttd kontrak. UH YEAH!

Jadilah tanggal 27 Juli gue resmi menjadi karyawan di perusahaan ini, PT. VADS Indonesia. You may or may not know about this company. Heheheh tapi kalo yang pernah kerja di XL atau klien perusahaan sih harusnya tau ya perusahaan ini apa.

Sekian tentang pengalaman job hunting gue. Intinya sih sekarang pun gue masih jadi Job Hunter. Karena gue nggak boleh dan nggak bisa di sini selamanya. Gue butuh perusahaan yang bisa memaksimalkan kemampuan dan pengetahuan gue terutama bahasa Jepang gue. Iya nggak?


Doakan aku ya. Hahahahaha….


See you again next post ya….

XOXO

-Nifa

Jun 22, 2015

Job Hunter in Action

Hallaw....

Iya, gue tahu ini salam pembukanya makin lama makin aneh. Tapi, maklumi ajalah ya. Hehehe...
Ini hutang bertumpuk-tumpuk ya. Jadi, mari bayar satu persatu. Pertama adalah hutang pekan 4 bulan Mei.

Dari postingan blog terakhir, adalah tentang gue sakit ya. Ya, alhamdulillah akhir minggunya gue sembuh. Bersama dengan sembuhnya gue, gue juga mengirim cv ke sebuah lembaga bahasa Jepang bernama Aki no Sora atau Autumn Sky. Banyak yang nggak tahu lembaga ini sebetulnya tapi kalau melihat partnershipnya sama beberapa perusahaan Jepang yang sudah pernah memakai jasa interpreter atau penerjemahannya, kayaknya sih sudah lumayan settle ini usahanya. Plus, testimoni dari para murid di lembaga lesnya pun baik. Daaan, letak lembaganya di Bandung. Yippie...
Gue mengirim cv tepat pada hari terakhir batas pengiriman cv. Sebenarnya sih udah yang nothing to lose. Kalau dapet ya alhamdulillah, kalau nggak ya cari lagi. Tapi, tiba-tiba, Selasa malam gue dapat telpon dari nomor nggak dikenal. Gue sih somehow udah curiga ini dari lembaga itu.
Gue angkatlah. Dan memang benar dari mereka. Jadi gue diminta untuk interview hari Rabu (besoknya) di Bandung. Gue, sejujurnya sih shock. Hahahaha. Kenapa? Karena dadakan banget baru nelpon Selasa malam gitu. Akhirnya gue nego dan mendapatkan hari Kamis untuk interview. Di Bandung juga.

Hari Rabunya, gue siap-siapin semuanya. Baju udah ada di nyokap yang kebetulan memang ke Bandung juga dari Rabu pagi. Jadi istilahnya gue tinggal bawa diri. Booking travel, fotocopy, print cv dan semua yang harus disiapin gue siapin semua. Siap.

Tapi, tiba-tiba, malamnya gue ditelpon lagi. Si mbaknya bilang, karena ada urusan, interviewer gue harus ke Jakarta dan interview pun pindah ke Jakarta. Oh, damn. Gue makin dagdigdug. Ini diombang-ambing sekali. Tapi ya udahlah. Gue iya-iya aja. Kan yang butuh job gue. Mbaknya juga bilang untuk cek email buat detail wawancara besok.

Cuss gue buka email. Wawancaranya pindah ke Pacific Place, siang. Dan gue harus konfirmasi ke Aki Sensei (yang mau wawancara gue). Beberapa saat gue bingung. Gue harus konfirmasinya pake bahasa Indonesia atau bahasa Jepang? Setelah beberapa kali nanya ke beberapa teman, akhirnya gue putuskan untuk konfirmasi pakai bahasa Indonesia. Hehe... dan dibalas cukup lama. Intinya hari Kamis, ketemu di Hard Rock PP pukul 13.00 WIB. Siap!

Hari Kamis pun tiba. Papa sih udah mengingatkan untuk santai dan relax aja. Jangan tegang, karena gue dari kemarin itu udah kayak cacing kepanasan. Nah, karena gue nggak familiar sama daerah SCBD, gue pun berencana untuk berangkat jam 10 pagi. Mengantisipasi macet dan jaga-jaga kalau gue nyasar. Mending gue nongkrong di PP aja daripada telat sampai. Tul gak?
Pas gue lagi siap-siap buat cabut, dapet sms dari Aki Sensei. He said: Selamat pagi, Najma. Maaf karena ada meeting dadakan nanti siang, kayaknya pertemuan kita harus direschedule. Kalau Jumat, bisa ke Bandung nggak?

Cess.... mencelos sodara-sodara. Antara lega karena gue nggak harus wawancara hari itu, sama perasaan dipehapein. Tapi ya udahlah ya. Kalau memang rezeki nggak akan ke mana-mana. Gue jawab aja oke. Dan gue harus kembali booking travel untuk besok pagi ke Bandung.
Jumat pagi jam 6.30 gue berangkat dari Jatiwaringin ke Bandung. Janji wawancaranya sih abis Jumat-an kira-kira jam 14.00 dia mintanya. Tapi, gue sampai Bandung jam 9-an dan memutuskan untuk nunggu di The Kiosk Dago. Sekalian nge-charge hape dan nunggu nyokap datang sih sebenarnya. Nunggu sampai kira-kira jam 11, gue pun pindah lokasi ke tempat wawancara. Dianter nyokap, alhamdulillah lumayan irit ongkos. Lokasinya itu di Butterfield Kitchen, di lantai atasnya, Co&Co Space. Kalau yang nggak tahu, mungkin tahu kalau gue bilang di daerah Dipatiukur no. 5? DU 5? Ya, di situ deh.

Berhubung gue kalau nervous nggak bisa makan sama sekali, gue mending sholat dan langsung nunggu di atas. Kira-kira gue nunggu 45 menit sebelum seseorang menghampiri dan kami pun mulai wawancara. I’ve tried to calm down dan santai kayak ngobrol biasa. Overall, gue rasa wawancaranya lancar sih. Dia sempat nanya pake bahasa Jepang and I thought I answered that well. Wawancaranya hanya sekitar 20-25 menit, setelah itu gue balik. Turun tangga, gue baru ngerasa lapar. Oooh, iya gue belum makan sih.

Ya udah deh, terus gue makan. Lumayan sih rasanya. Tapi yang TOP itu pancakenya. YUM!

*

Oh, review tempatnya. Industrial banget sih interiornya. Keren dan modern. Kafe di bawah tempat kerjanya bagus dan enak buat ngumpul sama teman-teman. Ambiencenya pun enak, makanannya nggak banyak tapi pilihan lo cukup beragam. Walau harganya agak sedikit mahal, tapi kalau biasa makan di Warung Pasta atau any cafe in Jakarta, harganya sekitar segitu.

Sementara coworking spacenya juga lucu. Ada ruang tunggunya (atau ruang kerja masal, nggak paham juga) dengan beberapa sofa di pojok dekat tembok, di tengah ruangan ada beberapa kursi dan meja yang bisa dijadiin tempat kerja juga dan beberapa ruangan kantor. It’s fun. Kayaknya kerja di sana menyenangkan juga.

Well, that’s how I weekend for job-hunt.

See yaa...
-Nifa


P.S: kayaknya sih ini gue nggak lolos karena.... there’s no follow up from them to me atau email mengenai tahap lanjutan atau apapun itu. Sad L tapi berharap masih ada banyak jalan menuju Roma. Ehehehhe...

Apr 29, 2015

One Step Closer.....



Hai~

Jadi, seperti yang udah gue tulis di postingan sebelumnya (itu loh, yang PS kecil banget di bagian bawah post), Selasa kemarin gue ke Bandung untuk tes di Mizan. Gue sih dikabarin hanya untuk psikotes berkaitan dengan lamaran gue ke sana untuk jadi editor komik (yang terlaksana karena info dari temen mama yang merupakan staf HRD Mizan). Sebenarnya sih, psikotesnya Rabu. Tapi berhubung waktunya jam 8.30 pagi, nggak mungkin buru-buru berangkat dari Jakarta hari itu juga. Bisa-bisa telat. Dan lokasi Mizan itu bukan di Kota Bandung. Kayaknya sih di pinggir gitu. Lebih tepatnya di daerah Ujungberung. Jadi, antisipasi aja sih, gue berangkat (sama mama) hari Selasa dan pulang hari Kamis (berhubung Jumat jalanan protokol Bandung ditutup karena ada KAA). 
So, Selasa kami jalan pagi. Jam 9-an deh. Lumayan, jalanan nggak macet. Bahkan Cikarang pun nggak semacet biasa, alhamdulillah. Pas jalan itu, papa nanya, mau nginep di mana? Karena kebetulan temannya ada yang dapet voucher menginap di hotel Serela dua malam. Pas kan? Ya udah. Mama bilang, mau nunggu kabar mengenai voucher itu. Lumayan banget bisa stay di Bandung 3 hari 2 malam gratis tis tis. 
Sampai Bandung, kira-kira jam 11.30, kami nggak langsung ke hotel (karena papa belum kabarin lagi). Kami mampir dulu ke The Kiosk Pasar Dago. Oooh, betapa rindu sama Bandung. Entah kenapa, seneng banget. Sebentar mama ninggalin buat ketemu kepala sekolah TK yang mama urus (mama psikolog di TK itu maksudnya), gue sebenarnya nulis. Tapi, belum tahu kapan tulisan itu akan gue post. 
Pendek cerita, akhirnya kami check in. Kamarnya enak, hotelnya pun bagus walau kecil. Selasa malam, waktunya istirahat. Setelah posting Tantangan OWOP di whatsapp, gue pun tidur. Nggak mau besoknya bangun telat atau malah ngantuk pas tes.
And then this is the day! Anehnya, gue santai aja. Deg-degan pun nggak. Gue dibangunin jam 03.00 sama mama untuk sholat tahajud dan hajat. Terus lanjut mandi dan siap-siap. Jam 06.00 kami turun sarapan dan berangkat. Karena mama nggak tahu letak Mizan, mama memutuskan untuk nganter gue ke rumah temannya yang ada di sekitar bypass Bandung (iya, jangan tanya daerahnya sama gue, nggak tahu soalnya) untuk nanti diantar ke Mizan naik motor. Ya, karena traffic di daerah itu bikin mobil susah lewat.
Akhirnya, jam 07.30 gue berangkat, diantar oleh Tante Ani (teman mama) naik motor. Sepanjang perjalanan, gue mikir aja. Kalau gue keterima, berarti gue pindah ya ke Bandung. Wah seru kalau iya. FYI, Bandung adalah salah satu kota yang pengin banget gue tinggalin. Iya, gue udah sumpek banget sama Jakarta. Pengin punya atmosfer baru dan menurut gue, Bandung enak banget memang buat ditinggali. Sambil liat-liat jalan (nothing much to see, anyway), memang macet ternyata. Tapi karena kami naik motor, bisa nyelip-nyelip. 
Nggak berapa lama, kami pun sampai di Mizan (setelah tanya tukang ojek sebelum masuk Jalan Cinambo). Depan Mizan itu masih sawah lho, btw. Jalanannya pun kecil. Terpikir mungkin ini cikal bakal Mizan ya. Bentuk gedungnya pun bukan gedung melainkan rumah. 
Ya, nggak usah panjang lebar deh ya. Tante Ani hanya nge-drop gue. Dia kemudian bilang kalau sudah selesai nanti kabari. Setelah itu ditinggal deh gue. Di sini, gue benar-benar sendiri. Well, nggak sendiri. Allah SWT bersama gue kan. 
Gue tes bareng dua orang lainnya. Satu perempuan satu laki-laki, namanya Teh Wiwit dan Aa Andhika (jangan diciein dulu. Ini karena gue nggak tahu dia lebih muda atau lebih tua jadi amannya pake Aa). Kami mulai psikotes tepat jam 10.00 dan selesai kira-kira jam 13.30. Setelah psikotes, rasanya, badan lemas nggak karuan. Capek banget jujur. Kami dikasih waktu 30 menit untuk istirahat sebelum nanti dikasih tes tentang bahasa dan perkomikan. Gue pakai waktu itu untuk sholat (dikasih makan siang sih, tapi gue tipe orang yang nggak bisa makan sebelum ujian selesai). 

Setelah waktu istirahat habis, kami diberi tes itu dan waktu yang diberi hanya satu jam. Saat melihat soal, wow, amazing. Ujian bahasa Indonesia lagi. Selain tes bahasa Indonesia, kami juga diberi delapan naskah untuk kemudian memilih dua di antaranya yang layak terbit dan alasannya. It’s getting real, isn’t it? To be a comic editor.
Well, tesnya lumayan ya, bikin pening. Tapi senang sih, one step closer to my dream, kerja di antara buku nantinya. Setelah itu kami bertiga menunggu giliran untuk wawancara dengan user (orang dari CAB Mizan yang menerbitkan komik-komik Mizan) dan HRD atau psikolognya. 
In the end wawancaranya juga lancar (at least menurut gue). Dan gue pun pulang dijemput Tante Ani. Sebenarnya sih ada ganjalan ya mengenai wawancara tadi. Tapi gue berusaha optimis. Gue sudah melakukan yang terbaik dan semoga Allah melancarkan jalannya. Tapi, seperti kata adik gue, “Gue doain yang terbaik ya, Mbak.”, iya juga. Gue juga berdoa yang terbaik aja deh. Allah paling tahu kan.
Sesampainya di hotel, gue tepar. Hahahha. Beneran tepar. Habis mandi dan sholat, gue beneran langsung tidur. Mata sudah nggak bisa kompromi. Terus, paginya, kami check out dan pulang. Bye Bandung. Semoga gue beneran diberi kesempatan untuk tinggal di sini.

Nah, sekalian aja gue ceritain tentang DD ya. Waktunya memang deketan sih. Jadi, baru juga pulang, tiba-tiba gue dapet sms dari Dompet Dhuafa. Ya, gue memang apply juga di DD, untuk kegiatan Sahabat Ramadhan 2015. Sms dari mereka sebelumnya itu persis sebelum gue dapat panggilan untuk tes di Mizan, menyatakan gue lolos screening dokumen. Kamis sore itu, gue dapat sms untuk datang tes di kantor pusat Dompet Dhuafa di Ciputat. Harus konfirmasi paling lambat hari Jumat, gue langsung nanya mama baiknya. Akhirnya gue balas, gue akan hadir di tes itu. Tesnya Sabtu, btw. Jam 11.30.
Gue langsung kabari papa. Karena kalau mau ke sana sendiri gue nggak berani, takut nyasar. Gue sama sekali nggak tahu jalan. Akhirnya papa bilang mau mengantar. Done. Sabtu pun tiba, gue berangkat tiga jam lebih pagi dari jadwalnya. Karena Ciputat itu… macet banget kan. Mengantisipasi macet dan supaya nggak gugup, ya lebih baik berangkat lebih pagi. Berbekal peta dari waze, kami tiba jam 09.30 di kantor DD. 

Masalahnya kami nggak tahu nih, ini kantor yang dimaksud atau bukan. Akhirnya, gue nanya. Ternyata bukan. Headquarternya atau kantor pusatnya masih ada di depan lagi. Untung nanya dan tibanya kepagian. Coba kalau ngepas. Bye. Akhirnya kami pun putar arah dan jalan terus sampai ketemu tempat yang dimaksud. Sudah ramai sih ternyata, dan gue baru tahu tes itu dibagi beberapa kloter dari pagi sampai sore. 

Setelah isi biodata dan menunggu lumayan lama (ngaret banget, jadwal kan jam 11.30, kami masuk jam 11.50an), gue dan yang lainnya akhirnya masuk untuk tes. Psikotes lagi ternyata. Tapi kali ini lebih simpel. Setelah kurang lebih satu jam, tes pun selesai dan kami diberitahu untuk menunggu sampai Selasa-Rabu untuk dihubungi lagi. Jika lolos tes ini, akan dihubungi untuk wawancara. Besar harapan gue untuk dipanggil wawancara. Tapi sampai sekarang sih belum ada sms ya mengenai itu. Doain ya.

Daaaaaaan, selesai. Untuk saat ini, itu aja sih. Pengalaman gue di Mizan yang paling berkesan. Karena itu pertama kalinya gue wawancara kerja, sejujurnya. Dan gugup, pasti. Tapi, selalu ada yang pertama kali kan untuk semuanya? Jadi ya, gue jadiin hal itu sebagai pengalaman. Next time, I wouldn’t be worse than that, right? Hehehhe.

Doain aja ya, yang terbaik. See you next time. Jangan bosen bacain ocehan gue ya.

Love,
-Nifa