Apr 29, 2015

One Step Closer.....



Hai~

Jadi, seperti yang udah gue tulis di postingan sebelumnya (itu loh, yang PS kecil banget di bagian bawah post), Selasa kemarin gue ke Bandung untuk tes di Mizan. Gue sih dikabarin hanya untuk psikotes berkaitan dengan lamaran gue ke sana untuk jadi editor komik (yang terlaksana karena info dari temen mama yang merupakan staf HRD Mizan). Sebenarnya sih, psikotesnya Rabu. Tapi berhubung waktunya jam 8.30 pagi, nggak mungkin buru-buru berangkat dari Jakarta hari itu juga. Bisa-bisa telat. Dan lokasi Mizan itu bukan di Kota Bandung. Kayaknya sih di pinggir gitu. Lebih tepatnya di daerah Ujungberung. Jadi, antisipasi aja sih, gue berangkat (sama mama) hari Selasa dan pulang hari Kamis (berhubung Jumat jalanan protokol Bandung ditutup karena ada KAA). 
So, Selasa kami jalan pagi. Jam 9-an deh. Lumayan, jalanan nggak macet. Bahkan Cikarang pun nggak semacet biasa, alhamdulillah. Pas jalan itu, papa nanya, mau nginep di mana? Karena kebetulan temannya ada yang dapet voucher menginap di hotel Serela dua malam. Pas kan? Ya udah. Mama bilang, mau nunggu kabar mengenai voucher itu. Lumayan banget bisa stay di Bandung 3 hari 2 malam gratis tis tis. 
Sampai Bandung, kira-kira jam 11.30, kami nggak langsung ke hotel (karena papa belum kabarin lagi). Kami mampir dulu ke The Kiosk Pasar Dago. Oooh, betapa rindu sama Bandung. Entah kenapa, seneng banget. Sebentar mama ninggalin buat ketemu kepala sekolah TK yang mama urus (mama psikolog di TK itu maksudnya), gue sebenarnya nulis. Tapi, belum tahu kapan tulisan itu akan gue post. 
Pendek cerita, akhirnya kami check in. Kamarnya enak, hotelnya pun bagus walau kecil. Selasa malam, waktunya istirahat. Setelah posting Tantangan OWOP di whatsapp, gue pun tidur. Nggak mau besoknya bangun telat atau malah ngantuk pas tes.
And then this is the day! Anehnya, gue santai aja. Deg-degan pun nggak. Gue dibangunin jam 03.00 sama mama untuk sholat tahajud dan hajat. Terus lanjut mandi dan siap-siap. Jam 06.00 kami turun sarapan dan berangkat. Karena mama nggak tahu letak Mizan, mama memutuskan untuk nganter gue ke rumah temannya yang ada di sekitar bypass Bandung (iya, jangan tanya daerahnya sama gue, nggak tahu soalnya) untuk nanti diantar ke Mizan naik motor. Ya, karena traffic di daerah itu bikin mobil susah lewat.
Akhirnya, jam 07.30 gue berangkat, diantar oleh Tante Ani (teman mama) naik motor. Sepanjang perjalanan, gue mikir aja. Kalau gue keterima, berarti gue pindah ya ke Bandung. Wah seru kalau iya. FYI, Bandung adalah salah satu kota yang pengin banget gue tinggalin. Iya, gue udah sumpek banget sama Jakarta. Pengin punya atmosfer baru dan menurut gue, Bandung enak banget memang buat ditinggali. Sambil liat-liat jalan (nothing much to see, anyway), memang macet ternyata. Tapi karena kami naik motor, bisa nyelip-nyelip. 
Nggak berapa lama, kami pun sampai di Mizan (setelah tanya tukang ojek sebelum masuk Jalan Cinambo). Depan Mizan itu masih sawah lho, btw. Jalanannya pun kecil. Terpikir mungkin ini cikal bakal Mizan ya. Bentuk gedungnya pun bukan gedung melainkan rumah. 
Ya, nggak usah panjang lebar deh ya. Tante Ani hanya nge-drop gue. Dia kemudian bilang kalau sudah selesai nanti kabari. Setelah itu ditinggal deh gue. Di sini, gue benar-benar sendiri. Well, nggak sendiri. Allah SWT bersama gue kan. 
Gue tes bareng dua orang lainnya. Satu perempuan satu laki-laki, namanya Teh Wiwit dan Aa Andhika (jangan diciein dulu. Ini karena gue nggak tahu dia lebih muda atau lebih tua jadi amannya pake Aa). Kami mulai psikotes tepat jam 10.00 dan selesai kira-kira jam 13.30. Setelah psikotes, rasanya, badan lemas nggak karuan. Capek banget jujur. Kami dikasih waktu 30 menit untuk istirahat sebelum nanti dikasih tes tentang bahasa dan perkomikan. Gue pakai waktu itu untuk sholat (dikasih makan siang sih, tapi gue tipe orang yang nggak bisa makan sebelum ujian selesai). 

Setelah waktu istirahat habis, kami diberi tes itu dan waktu yang diberi hanya satu jam. Saat melihat soal, wow, amazing. Ujian bahasa Indonesia lagi. Selain tes bahasa Indonesia, kami juga diberi delapan naskah untuk kemudian memilih dua di antaranya yang layak terbit dan alasannya. It’s getting real, isn’t it? To be a comic editor.
Well, tesnya lumayan ya, bikin pening. Tapi senang sih, one step closer to my dream, kerja di antara buku nantinya. Setelah itu kami bertiga menunggu giliran untuk wawancara dengan user (orang dari CAB Mizan yang menerbitkan komik-komik Mizan) dan HRD atau psikolognya. 
In the end wawancaranya juga lancar (at least menurut gue). Dan gue pun pulang dijemput Tante Ani. Sebenarnya sih ada ganjalan ya mengenai wawancara tadi. Tapi gue berusaha optimis. Gue sudah melakukan yang terbaik dan semoga Allah melancarkan jalannya. Tapi, seperti kata adik gue, “Gue doain yang terbaik ya, Mbak.”, iya juga. Gue juga berdoa yang terbaik aja deh. Allah paling tahu kan.
Sesampainya di hotel, gue tepar. Hahahha. Beneran tepar. Habis mandi dan sholat, gue beneran langsung tidur. Mata sudah nggak bisa kompromi. Terus, paginya, kami check out dan pulang. Bye Bandung. Semoga gue beneran diberi kesempatan untuk tinggal di sini.

Nah, sekalian aja gue ceritain tentang DD ya. Waktunya memang deketan sih. Jadi, baru juga pulang, tiba-tiba gue dapet sms dari Dompet Dhuafa. Ya, gue memang apply juga di DD, untuk kegiatan Sahabat Ramadhan 2015. Sms dari mereka sebelumnya itu persis sebelum gue dapat panggilan untuk tes di Mizan, menyatakan gue lolos screening dokumen. Kamis sore itu, gue dapat sms untuk datang tes di kantor pusat Dompet Dhuafa di Ciputat. Harus konfirmasi paling lambat hari Jumat, gue langsung nanya mama baiknya. Akhirnya gue balas, gue akan hadir di tes itu. Tesnya Sabtu, btw. Jam 11.30.
Gue langsung kabari papa. Karena kalau mau ke sana sendiri gue nggak berani, takut nyasar. Gue sama sekali nggak tahu jalan. Akhirnya papa bilang mau mengantar. Done. Sabtu pun tiba, gue berangkat tiga jam lebih pagi dari jadwalnya. Karena Ciputat itu… macet banget kan. Mengantisipasi macet dan supaya nggak gugup, ya lebih baik berangkat lebih pagi. Berbekal peta dari waze, kami tiba jam 09.30 di kantor DD. 

Masalahnya kami nggak tahu nih, ini kantor yang dimaksud atau bukan. Akhirnya, gue nanya. Ternyata bukan. Headquarternya atau kantor pusatnya masih ada di depan lagi. Untung nanya dan tibanya kepagian. Coba kalau ngepas. Bye. Akhirnya kami pun putar arah dan jalan terus sampai ketemu tempat yang dimaksud. Sudah ramai sih ternyata, dan gue baru tahu tes itu dibagi beberapa kloter dari pagi sampai sore. 

Setelah isi biodata dan menunggu lumayan lama (ngaret banget, jadwal kan jam 11.30, kami masuk jam 11.50an), gue dan yang lainnya akhirnya masuk untuk tes. Psikotes lagi ternyata. Tapi kali ini lebih simpel. Setelah kurang lebih satu jam, tes pun selesai dan kami diberitahu untuk menunggu sampai Selasa-Rabu untuk dihubungi lagi. Jika lolos tes ini, akan dihubungi untuk wawancara. Besar harapan gue untuk dipanggil wawancara. Tapi sampai sekarang sih belum ada sms ya mengenai itu. Doain ya.

Daaaaaaan, selesai. Untuk saat ini, itu aja sih. Pengalaman gue di Mizan yang paling berkesan. Karena itu pertama kalinya gue wawancara kerja, sejujurnya. Dan gugup, pasti. Tapi, selalu ada yang pertama kali kan untuk semuanya? Jadi ya, gue jadiin hal itu sebagai pengalaman. Next time, I wouldn’t be worse than that, right? Hehehhe.

Doain aja ya, yang terbaik. See you next time. Jangan bosen bacain ocehan gue ya.

Love,
-Nifa

4 comments:

Diah Ratna Puspa Ramadhan said...

Wah. Semoga lolos ya mba Nifa ^~^

Btw. Sedikit keluhan. Td bacanya agak mumet karena tlsn ga dipisah2 jd paragraf2. Tp krn pengalamannya menarik yah dibaca aja smpe tuntas hhehe

keep fight ;)
salam owop :)

Najma Amtanifa said...

Terima kasih, Diah.

Makasih banget untuk keluhannya. Sudah dibenerin. Lebih enak beginikah? It's good if you find my story is interesting. :)

Thank you so much...
Baca postinganku yang lain ya... ditunggu feedback lainnya...

xo

Retno Dewi Utami said...

Jadi inget pengalaman interview pertama yang nyasar nyasar di daerah latumenten jakbar. dan itu udah 4 tahun yang lalu OEMJI hahaha

Najma Amtanifa said...

oemji latumenen itu di mana aja aku ga tau kaaaak... XDDDD